Skip to main content

Letter


Read this "HATE letter". It is so funny and creative. This is a love letter from a boy to a girl... .

However, the girl's father does not like him and want them stop their relationship... ... and so.. the boy wrote this letter to the girl.. he knows that the girl's father will definitely read this letter..

1----"The great love that I have for you
2---- is gone, and I find my dislike for you
3---- grows every day. When I see you,
4---- I do not even like your face;
5---- the one thing that I want to do is to
6---- look at other girls. I never wanted to
7---- marry you. Our last conversation
8---- was very boring and has not
9---- made me look forward to seeing you again.
10--- You think only of yourself.
11--- If we were married, I know that I would find
12--- life very difficult, and I would have no
13--- pleasure in living with you. I have a heart
14--- to give, but it is not something that
15--- I want to give to you. No one is more
16--- foolish and selfish than you, and you are not
17--- able to care for me and help me.
18--- I sincerely want you to understand that
19--- I speak the truth. You will do me a favor
20---if you think this is the end. Do not try
21--- to answer this. Your letters are full of
22--- things that do not interest me. You have no
23--- true love for me. Good-bye! Believe me,
24--- I do not care for you. Please do not think that
25--- I am still your boyfriend."

So bad!! However, before handing over the letter to the girl, the boy told the girl to "READ BETWEEN THE LINES", meaning-only to read 1.3.5.7.9.11.13.15.17.19.21.23.25. (Odd Numbers) So.. Please try reading it again! It's so smart & sweet...

Pena Tumpul - Once in a while, love to read jokes too

Comments

Popular posts from this blog

"Tidak"

H afiz sedang menangis yang sukar dipujuk sesampainya saya ke rumah Mantoba malam tadi. Kalau tidak dia pasti meluru mendapatkan saya menawar diri untuk di dukung. Kami berusaha memujuknya tetapi gagal malah raungannya bagai memecah gegendang telinga. Sebabnya sudah dijangka. Mantoba yang balik seminggu sekali pulang tanpa sebarang mainan untuk Hafiz seperti minggu-minggu sebelumnya. Dia gagal memenuhi permintaan Hafiz kali ini. Walaupun permainan yang ada sudah cukup banyak, kanak-kanak tetap kanak-kanak. Naluri mahukan sesuatu yang baru memang tidak boleh ditahan-tahan. Namun sebagai ibubapa, kita tidak selalunya perlu menurut segala kemahuan anak. Ada ketikanya kita perlu memilih untuk berkata "tidak" kepadanya walaupun ia mungkin bagaikan dos yang menyakitkan dan memilukan hatinya. Anak-anak perlu belajar mendepani keadaan dimana tidak semua kemahuannya bisa ditunaikan. Juga bersedia menjadi dewasa dan belajar untuk memahami hakikat hidup bahawa orang di sekeliling tidak ...

Batu

H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...

Rencah

P erjalanan berkereta dari Segamat ke Serting pagi ini pastinya membosankan kalau tidak disulami dengan bual bicara dan gurau ketawa. Tok Ya yang turut serta bersama isterinya selain isteri dan Haziq memecah kesunyian apabila setelah lima minit berlalu saya masih lagi senyap justeru tidak ada apa yang hendak dibualkan. Tok Ya menyuarakan rasa kesal dan terkilan di atas pemergian Pak Itam sebulan yang lalu. " Dia mungkin boleh diselamatkan kalau mendapatkan rawatan di pusat perubatan swasta ". Walau pun kematian Pak Itam sudah ditentukan Ilahi namun layanan dan rawatan yang diberikan oleh hospital kerajaan amat dikesalkan. Pak Itam dibiarkan berminggu-minggu terlantar di katil sebelum pembedahan dilakukan. Yang lebih mengecewakan lagi apabila kecuaian yang dilakukan semasa pembedahan sehingga berlakunya infeksi pada paru-paru. Ini fenomena biasa di hospital kerajaan. Tok Ya sempat menceritakan pengalamannya dirawat di dua hospital yang berbeza ini. Walaupun ribuan ringgit terp...