Hari ini genap 42 tahun usia adikku, Nor Azzah, namun lebih mesra kami panggil Noi sahaja. Sebagai seorang adik dia amat baik dan tidak pernah menyakitkan hatiku. Semua ahli keluarga senang dengannya. Dia rajin mengemas rumah dan tidak berat tulang membantu emak didapor ketika zaman remajanya dulu. Kini setelah 42 tahun berlalu Noi masih macam dulu, penyayang dan memang rajin membantu. Kami sekeluarga berbangga memiliki seorang sepertimu Noi.
H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...