Skip to main content

Procrastinate

I’d better start working on my thesis now. It has been long overdue. I met Dr Azmi (my supervisor) this morning and had reminded me to speed up on my paper.Yes, I admit that I have been delaying in writing my paper. Wait, what is that? Oh I still have plenty of time ahead! Well, it wouldn’t hurt for me to spend a couple of hours watching P.Ramlee's movie on TV, then start on the paper. All that reading has made me tired, I think I should have a nap so I can be refreshed when I start on the paper. Whew! That was one good nap, I think I need a cup of coffee now to revive my brain. I think I should make a trip to the supermarket to pick up some goodies then I can start working on my paper in peace. Sounds familiar?
We all find ourselves being victims of procrastination – some more often than others – but it is becoming increasingly common to delay the undesired work in this electronic era. Almost everyone procrastinates. It is just so easy to push forward something boring or difficult and enjoy ourselves while we can.
I will not deny it, I am one of the biggest procrastinators out there and I tend to wait till the last minute to complete every single unsightly task. In fact, I have procrastinated on writing this article, choosing instead to check my e-mail at least hundred times, finish the last few chapters of the book I have been reading and of course, lie on the bed staring at nothing. In the end I have spent hours doing all these needless things before actually beginning on the article.

The thing about procrastination is, almost everyone does it. You can try to deny it but I’m sure you’ve procrastinated or delayed finishing your work at least once in your life. The word “procrastination” is made up of Latin terms “pro”, meaning forward, and “crastinus”, meaning tomorrow. Putting forward to tomorrow. Which of us can honestly deny that we’ve never put anything forward to the next day?

While procrastination may seem like something new which sprouted from the digital era, researchers beg to differ. Procrastination has existed for a very long time, and famous people from the past have all dabbled in the art of wasting time needlessly. Leonardo Da Vinci was a genius in his time, and is still revered as one now, but he never finished a project on time. Mona Lisa took him 20 years to complete while he only finished The Last Supper when his patron threatened to cut off his funds. He often wasted his talent and time on useless things like doodles and unfinished projects.


Pena Tumpul - Think of procrastinating again

Comments

Popular posts from this blog

"Tidak"

H afiz sedang menangis yang sukar dipujuk sesampainya saya ke rumah Mantoba malam tadi. Kalau tidak dia pasti meluru mendapatkan saya menawar diri untuk di dukung. Kami berusaha memujuknya tetapi gagal malah raungannya bagai memecah gegendang telinga. Sebabnya sudah dijangka. Mantoba yang balik seminggu sekali pulang tanpa sebarang mainan untuk Hafiz seperti minggu-minggu sebelumnya. Dia gagal memenuhi permintaan Hafiz kali ini. Walaupun permainan yang ada sudah cukup banyak, kanak-kanak tetap kanak-kanak. Naluri mahukan sesuatu yang baru memang tidak boleh ditahan-tahan. Namun sebagai ibubapa, kita tidak selalunya perlu menurut segala kemahuan anak. Ada ketikanya kita perlu memilih untuk berkata "tidak" kepadanya walaupun ia mungkin bagaikan dos yang menyakitkan dan memilukan hatinya. Anak-anak perlu belajar mendepani keadaan dimana tidak semua kemahuannya bisa ditunaikan. Juga bersedia menjadi dewasa dan belajar untuk memahami hakikat hidup bahawa orang di sekeliling tidak ...

Batu

H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...

Roda

" H idup ini ibarat putaran roda yang menyaksikan kita tidak selalunya berada di atas. Ada ketikanya kita akan berada di bawah, kemudian naik semula dan turun lagi silih berganti." Saya menemui kisah yang sangat menarik ini. Ada ibrah. Peringatan juga ketika kita adakalanya lalai dan alpa. Alkisah, ketika sepasang suami isteri sedang menikmati sajian makan tengahari, muncul seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.'' Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.' ' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah. Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus ...