Skip to main content

TV

I read with great interest the challenge come from FOMCA urging Malaysian to turn off TV for a week. Sounds funny. I believe that not many of us are willing enough to let go their habit of watching tv. Even if someone offered us a million dollars to give up television for the rest of our life, would we do so? I doubt we would. A survey asked men what they wanted most. The majority said that they desired peace and happiness. But this came second on their wish list. What they wanted first in life was a big-screen television!

Television is immensely popular throughout the world. Love it or hate it, television plays a major role in people’s lives. I myself realized so much time that I have devote to television. It is indeed astonishing. A global study showed that, on average, people watch TV for just over three hours each day. North Americans watch four and a half hours daily, while the Japanese top the list at five hours per day. Those hours add up. If we watch four hours daily, by age 60 we will have spent ten years in front of the screen. Yet, none of us would want inscribed on our tombstone: “Here lies our beloved friend, who devoted one sixth of his [or her] life to watching TV.”

Do you think that people watch hours of television because they enjoy it? Not necessarily. I believe that most of us spend too much time watching TV and feel guilty that we haven’t used our time more productively. We are “TV addicts.” Of course, we cannot become addicted to TV in the same way that a person becomes addicted to narcotics, though there are similarities. Addicts devote much time to the drug they use. Though they want to reduce that time or quit the habit, they can’t. They sacrifice important social and family activities to use drugs, and they suffer withdrawal symptoms when they abstain. All these symptoms can occur in people who watch a lot of television. Am I correct? Though television offers much that is worthwhile, heavy viewing can cut into family time, hinder reading and academic performance in children.If we invest a great deal of time in watching TV, it is smart to think about what we are getting in return. Our time is too precious to waste. It is also smart to think about what we watch. So, turn off our tv for a week and do something beneficial!I am trying but just cannot resist watching prime news tonight...This idiot box attracts me so much..

Pena Tumpul - The first tv set was bought by my late father in 1971 and it was black and white

Comments

Popular posts from this blog

"Tidak"

H afiz sedang menangis yang sukar dipujuk sesampainya saya ke rumah Mantoba malam tadi. Kalau tidak dia pasti meluru mendapatkan saya menawar diri untuk di dukung. Kami berusaha memujuknya tetapi gagal malah raungannya bagai memecah gegendang telinga. Sebabnya sudah dijangka. Mantoba yang balik seminggu sekali pulang tanpa sebarang mainan untuk Hafiz seperti minggu-minggu sebelumnya. Dia gagal memenuhi permintaan Hafiz kali ini. Walaupun permainan yang ada sudah cukup banyak, kanak-kanak tetap kanak-kanak. Naluri mahukan sesuatu yang baru memang tidak boleh ditahan-tahan. Namun sebagai ibubapa, kita tidak selalunya perlu menurut segala kemahuan anak. Ada ketikanya kita perlu memilih untuk berkata "tidak" kepadanya walaupun ia mungkin bagaikan dos yang menyakitkan dan memilukan hatinya. Anak-anak perlu belajar mendepani keadaan dimana tidak semua kemahuannya bisa ditunaikan. Juga bersedia menjadi dewasa dan belajar untuk memahami hakikat hidup bahawa orang di sekeliling tidak ...

Batu

H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...

Roda

" H idup ini ibarat putaran roda yang menyaksikan kita tidak selalunya berada di atas. Ada ketikanya kita akan berada di bawah, kemudian naik semula dan turun lagi silih berganti." Saya menemui kisah yang sangat menarik ini. Ada ibrah. Peringatan juga ketika kita adakalanya lalai dan alpa. Alkisah, ketika sepasang suami isteri sedang menikmati sajian makan tengahari, muncul seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.'' Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.' ' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah. Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus ...