Skip to main content

Singkat













Nabi bersabda yang bermaksud; "Hari Kiamat tidak akan datang sebelum waktu menyusut. Satu tahun terasa seperti sebulan, satu bulan terasa seperti satu minggu, satu minggu terasa seperti sehari, dan sehari terasa seperti satu jam dan satu jam terasa seperti kilatan api"
Hadis sahih, Musnad Ahmad

H
adis ini dipaparkan dalam buku Kiamat Mendekat terjemahan karya Syekh Muhammad Hisyam Kabbani dari versi asal The Approach of Amargeddon. Saya sedang membaca buku yang memberi kupasan panjang lebar tentang tanda-tanda akhir zaman ini.

Nabi saw. mengatakan dalam hadis ini bahwa waktu akan terus menyusut sedemikian rupa sehingga waktu menjadi seperti kilatan api, yang berlangsung begitu pantas. Dengan teknologi satelit, hal yang dulu dikerjakan dalam waktu setahun, kini bisa selesai seketika dengan menggunakan telefon. Kita dapat membawa telefon bimbit dan berbicara dengan orang di segenap pelusuk dunia. Kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun dan dimana pun tidak hanya melalui telefon, tetapi juga melalui internet. Kini orang bisa berbicara satu sama lain melalui e-mail dan internet seakan-akan mereka tinggal bersebelahan. Dua belah pihak muncul di layar komputer seakan-akan keduanya sedang berhadap-hadapan. Dengan perantaraan satelit, komputer, dan internet, kita dapat melihat apa yang sedang terjadi di seluruh dunia. Kini semua jenis informasi dapat dihantar dalam waktu yang amat sekejap. Pesan-pesan yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tiba di tempat tujuan, kini bisa dikirim dan diterima dalam sekejap. Hal semacam ini tidak pernah kita terbayangkan dahulu.

Pena Tumpul - Belum berkesempatan menonton 2012 lagi

Comments

Popular posts from this blog

"Tidak"

H afiz sedang menangis yang sukar dipujuk sesampainya saya ke rumah Mantoba malam tadi. Kalau tidak dia pasti meluru mendapatkan saya menawar diri untuk di dukung. Kami berusaha memujuknya tetapi gagal malah raungannya bagai memecah gegendang telinga. Sebabnya sudah dijangka. Mantoba yang balik seminggu sekali pulang tanpa sebarang mainan untuk Hafiz seperti minggu-minggu sebelumnya. Dia gagal memenuhi permintaan Hafiz kali ini. Walaupun permainan yang ada sudah cukup banyak, kanak-kanak tetap kanak-kanak. Naluri mahukan sesuatu yang baru memang tidak boleh ditahan-tahan. Namun sebagai ibubapa, kita tidak selalunya perlu menurut segala kemahuan anak. Ada ketikanya kita perlu memilih untuk berkata "tidak" kepadanya walaupun ia mungkin bagaikan dos yang menyakitkan dan memilukan hatinya. Anak-anak perlu belajar mendepani keadaan dimana tidak semua kemahuannya bisa ditunaikan. Juga bersedia menjadi dewasa dan belajar untuk memahami hakikat hidup bahawa orang di sekeliling tidak ...

Batu

H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...

Roda

" H idup ini ibarat putaran roda yang menyaksikan kita tidak selalunya berada di atas. Ada ketikanya kita akan berada di bawah, kemudian naik semula dan turun lagi silih berganti." Saya menemui kisah yang sangat menarik ini. Ada ibrah. Peringatan juga ketika kita adakalanya lalai dan alpa. Alkisah, ketika sepasang suami isteri sedang menikmati sajian makan tengahari, muncul seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.'' Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.' ' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah. Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus ...