Skip to main content

Puisi



Saya mendengar puisi ini dideklamasikan oleh Ahmad Tamimi Siregar lewat Radio Klasik petang ini. Bukan sahaja bait-bait puisi ini yang sangat menarik namun cara ia disampaikan juga turut menarik. Pada saya puisi yang baik bukan sahaja disulami dengan pemilihan kata-kata yang indah dan puitis tetapi perlu juga mudah untuk difahami dan dihayati. Sajak secara khususnya adalah genre puisi yang saya minati. Saya tidak ingat bila kali terakhir saya berkesempatan mendeklamasikan sajak di depan umum. Mungkin sewaktu di sekolah agaknya.  

AKSARA MERDEKA

Setelah sekian lama kita menyusun dan mewarnakan
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bersejarah ini
yang kenal huruf tetapi terlupa maknanya
yang kenal angka tetapi terlupa nilainya
yang kenal bunyi tetapi terlupa nadanya
yang kenal rentak tetapi terlupa geraknya
yang kenal lagu tetapi terlupa iramanya
yang kenal akhir tetapi terlupa awalnya.

Setelah sekian lama kita membaca dan menghafal
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah tercinta ini
yang cerah mata tetapi gelap hati
yang cerdik minda tetapi dungu peribadi
yang cantik bahasa tetapi buruk sikap
yang lembut budi tetapi keras lagak
yang merdu suara tetapi sumbang bicara.

Setelah sekian lama kita mencatat dan merakam
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah pusaka ini
yang impikan kemajuan tetapi menolak teknologi
yang impikan kemakmuran tetapi membelakangkan ekonomi
yang impikan kesejahteraan tetapi mencetuskan pergolakan
yang impikan kegemilangan tetapi meremehkan wawasan.

Setelah sekian lama kita menganalisis dan mentafsir
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bertuah ini
yang terlepas kaki tetapi terikat tangan
yang terlepas mata tetapi terikat jiwa
yang terlepas fakir tetapi terikat cita-cita.

Setelah sekian lama kita menjulang dan memarbatkan
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah bertuah ini
yang kasihkan bangsa tetapi bencikan pemimpin
yang cintakan agama tetapi menyelewengkan fatwa.

Setelah sekian lama menghargai dan menghormati
aksara merdeka,kenapa masih ada lagi
warga tanah berdaulat ini
yang menanam bunga tetapi menabur duri.

Karya: Wadi Leta S.A

Pena Tumpul - Ingin menyahut cabaran mendeklamasi sajak dalam program Bicara Sastera  anjuran PPJ dan UITM 9 Oktober ini, berbakatkah saya?

Comments