Wednesday, December 25, 2013

Pemenang

Malam ini saya dan Haziq singgah di sebuah kedai menjual majalah dan akhbar di tepi jalan. Haziq mahu membeli majalah sukan kesukaaannya yang terbit dua minggu sekali. Saya dapat mengesan penjualnya melayan saya dengan Haziq dengan buruk. Mukanya pun nampak tidak menyamankan. Endah tak endah sahaja.  Pun begitu saya tidak terkesan pun dengan layanan penjual itu. Saya tetap gembira.   Sebaliknya saya melihat Haziq yang berubah caranya. Dia menunjukkan reaksi yang tidak senang kepada penjual itu.Dia nampak marah dengan layanan penjual berbangsa India itu.


Sebaik-baik sahaja beredar meninggalkan kedai, Haziq bersuara,  "Kenapa ayah senyum aja dengan orang yang jual majalah tadi. Kan dia layan kita macam hendak tak hendak aja"

Saya beritahu Haziq, "Kenapa kita harus mengizinkan dia menentukan cara kita dalam bertindak? Kita yang berhak tentang bagaimana kita perlu bertindak, bukannya orang lain.

“Tapi dia layan kita teruk,” bantah Haziq. Saya tahu dia amat tidak puas hati dengan layanan penjual majalah tadi.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood ke , tidak sopan,layan dengan buruk, dan lainnya,itu dia punya fasal dan kalau kita sampai terpengaruh, bererti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Begitulah selalunya yang berlaku. Acapkali tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.

Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.kerana pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Pena Tumpul - Tetap jadi diri sendiri

No comments:

Sambilan

S etelah dua hari bekerja, Haziq mengadu penat. Dia memang ada sebab untuk penat kerana sepanjang bekerja dia memang tidak ada peluang u...