Skip to main content

Definitions


Cigarette : A pinch of tobacco rolled in paper with fire at one end and a fool on the other.

Lecture : An art of transferring information from the notes of the Lecturer to the notes of the students without passing through the minds of either.


Conference : The confusion of one man multiplied by the number present.

Compromise : The art of dividing a cake in such a way that everybody believes he got the biggest piece.
Tears : The hydraulic force by which masculine will-power is defeated by feminine water power.

Divorce : Future tense of marriage .
Conference Room : A place where everybody talks, nobody listens and everybody disagrees later on.
Classic : A book which people praise, but do not read.
Smile : A curve that can set a lot of things straight.
Office : A place where you can relax after your strenuous home life.

Yawn : The only time some married men ever get to open their mouth..

Etc. : A sign to make others believe that you know more than you actually do.

Committee : Individuals who can do nothing individually and sit to decide that nothing can be done together.
Experience : The name men give to their mistakes.
Atom Bomb : An invention to end all inventions.
Philosopher : A fool who torments himself during life, to be spoken of when dead.
Diplomat: A person who tells you to go to hell in such a way that you actually look forward to the trip.
Opportunist : A person who starts taking a bath if he accidentally falls into a river.
Optimist : A person who while falling from the Eiffel tower says midway "See I am not injured yet."
Miser : A person who lives poor so that he can die rich.
Father : A banker provided by nature.

Criminal : A guy no different from the rest .except that he got caught.

Boss : Someone who is early when you are late and late when you are early.
Politician : One who shakes your hand before elections and your confidence after
Doctor : A person who kills your ills by pills, and kills you with his bills.

Comments

Popular posts from this blog

"Tidak"

H afiz sedang menangis yang sukar dipujuk sesampainya saya ke rumah Mantoba malam tadi. Kalau tidak dia pasti meluru mendapatkan saya menawar diri untuk di dukung. Kami berusaha memujuknya tetapi gagal malah raungannya bagai memecah gegendang telinga. Sebabnya sudah dijangka. Mantoba yang balik seminggu sekali pulang tanpa sebarang mainan untuk Hafiz seperti minggu-minggu sebelumnya. Dia gagal memenuhi permintaan Hafiz kali ini. Walaupun permainan yang ada sudah cukup banyak, kanak-kanak tetap kanak-kanak. Naluri mahukan sesuatu yang baru memang tidak boleh ditahan-tahan. Namun sebagai ibubapa, kita tidak selalunya perlu menurut segala kemahuan anak. Ada ketikanya kita perlu memilih untuk berkata "tidak" kepadanya walaupun ia mungkin bagaikan dos yang menyakitkan dan memilukan hatinya. Anak-anak perlu belajar mendepani keadaan dimana tidak semua kemahuannya bisa ditunaikan. Juga bersedia menjadi dewasa dan belajar untuk memahami hakikat hidup bahawa orang di sekeliling tidak ...

Batu

H ari ini anak saudara perempuan ini menyerahkan senarai yang cukup panjang nikmat Allah yang pernah dan sedang dikecapinya. Saya kagum kerana dia tidak ambil mudah tugasan yang diberikan itu. Segala nikmat anggota yang terlekat di tubuh tidak langsung tertinggal dalam senarainya.Nikmat melihat dan mendengar apatah lagi nikmat untuk terus hidup di bumi Tuhan yang luas ini. Saya kata padanya dalam banyak keadaan manusia mudah lupa bila Allah melimpahkan nikmatnya. Justeru itu Allah menyedarkan manusia di saat kealpaan itu agar tidak terus hanyut dibuai nikmat kesenangan dunia. Bila dalam keadaan tersepit barulah kita bergegas mencariNya. Saya ceritakan padanya kesah seorang pekerja di tapak projek bangunan yang memanjat di atas tembok yang sangat tinggi. Denko harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Denko berteriak-teriak, tetapi temannya tidak berupaya mendengarnya justeru gangguan bising dari mesin-mesin dan suasana yang hiruk pikuk di sekelilingn...

Roda

" H idup ini ibarat putaran roda yang menyaksikan kita tidak selalunya berada di atas. Ada ketikanya kita akan berada di bawah, kemudian naik semula dan turun lagi silih berganti." Saya menemui kisah yang sangat menarik ini. Ada ibrah. Peringatan juga ketika kita adakalanya lalai dan alpa. Alkisah, ketika sepasang suami isteri sedang menikmati sajian makan tengahari, muncul seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka. ''Tolonglah Encik ,saya lapar ,sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi.'' Dengan muka bengis,si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu . Dalam hatinya berkata ''Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain,tapi untuk diri dan keluargaku.' ' Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah. Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus ...